Hari ini pas bangun pagi langsung ditelpon sama Alif, katanya jam 7.30 pagi semua anak-anak Roentgen Fotografi kumpul di depan Benteng Rotterdam. Langsung aja saya bergegas mandi, charger handphone dan baterai kamera, panaskan mesin motor, dan siap-siap jemput Budiman di rumahnya. Hari ini saya dan teman-teman Roentgen Fotografi akan menuju ke Pulau Samalona untuk hunting bareng. Lumayan lama udah ga hunting bareng lagi seehh…

Saya dan Budiman tiba di depan Benteng pukul 8 pagi dan ternyata teman-teman yang lain belum datang. Setelah lama menunggu, akhirnya mulailah berdatangan satu demi satu. Dinal beserta dua orang temannya (sory, lupa namanya), Haikal, Randy, Uchie, Alif, Upiq, K’Ammang, Aulia, Linda, dan Lisa.

Sebelum berangkat kami semua menyetor biaya akomodasi Rp.40.000;/orang, kecuali Upiq dan K’ Ammang, karena mereka berdua tidak ikut ke Samalona. Uang tadi sudah termasuk uang makan dan sewa dua buah perahu motor untuk mengantar dan menjemput kami dengan ongkos sewa Rp. 200.000;/perahu motor.

Ketika semuanya sudah siap dan akan hendak berangkat, ehh…turun hujan lebat. Kocar-kacir deh semua nyari tempat berteduh dan menunggu hujan reda. Sekitar 30 menit menunggu, hujan akhirnya mulai reda dan langit kembali cerah. Kami lalu berangkat menuju Samalona pukul 09.50 dan tiba di sana 25 menit kemudian.

Ketika sampai saya langsung terpesona dengan hamparan pasir putihnya yang begitu indah dan air lautnya yang masih alami, jernih banget. Banyak sekali ikan-ikan kecil yang berenang bergerombol di bawah dermaga, mirip di kampungku…Tidore. Pulaunya kurang lebih sehektar luasnya, hanya butuh waktu 10 menit untuk mengelilinginya dengan berjalan kaki.

Dasar orang-orang yang hobi Fotografi, baru turun dari perahu langsung jepret sana-sini. Bahkan semenjak masih di dermaga Makassar malah… Tapi waktu itu saya hanya menggunakan kamera poket doang, karena kamera SLRku lagi dipinjam sama teman dan belum sempat kuambil. Beda sama teman-temanku yang lain yang telah menggunakan kamera DSLR.

img_2522.jpg

Awal-awal kami tiba semuanya tampak baik-baik saja, sampai setelah beberapa lama awan gelap mulai berdatangan, angin bertiup kencang, matahari mulai tertutupi, dan tepat setelah kami makan siang di bale-bale yang tersedia di sana, hujan lebat mulai turun lagi. Karena saking kencangnya angin, kami yang berada di bawah atap terpal bale-bale tak bisa menghindar dari terpaan derasnya hujan. Randy mulai basah dan nekat berbasah ria dengan langsung menuju ke laut untuk berenang, Aulia juga ikut ke laut, Budiman yang sebelumnya tak mau berenang, akhirnya luluh juga karena terlanjur basah kuyup, Linda dan Lisa kompakan ikut juga berenang, diikuti oleh Haikal, dan terakhir karena semuanya pada bersenang-senang ria berenang di laut, saya juga langsung menyimpan kamera, handphone, dan dompet di tasnya Alif dan ikut juga berenang, hehehehe….

Puas berenang, saya lalu bermain-main pasir dengan menutup Alif yang berbaring dengan pasir sampai tinggal kepalanya saja yang tidak tertutupi pasir, pasir-pasir tadi lalu dibentuk menyerupai tubuh orang hamil lalu difoto oleh Uchie. Setelah Alif, Randy juga mau difoto dengan gaya ditutupi pasir, ganti model deh. Giliran Randy yang didandani seperti putri duyung baru kemudian difoto lagi sama Uchie.

img_2579.jpg

Tak terasa sudah pukul 2 siang, kami lalu menuju ke dermaga dan bersiap-siap pulang. Yang bawa baju ganti pergi mencari tempat untuk ganti baju, yang tidak tetap bertahan dengan baju dan celana yang basah kuyup melekat di badan sampai di Makassar, bahkan sampai di rumah masing-masing.