drum stick

Akhirnya…setelah 6 bulan ga pernah lagi ngeband bareng temen-temen sebandku, kemaren kami yang menamakan band kami “CrossingCamp” punya kesempatan lagi buat latihan. kangen banget dengan dengungan bass, pekiknya melodi gitar, dan dentuman bass drum.

Saking lamanya ga pernah latihan, kemaren waktu pergi ke tempat latihan yang biasa kami sewa (Sabrina Studio), semuanya tampak berbeda, sangat berbeda ! bukan desain studio yang berubah, tambahan alat band baru, atau warna cat yang diubah, tapi berbeda karena gedungnya sudah tidak ada, alias digusur. Gile aja… kirain nyasar, ternyata emang gedungnya yang hilangđŸ™‚

Kami lalu ubah haluan, dengan mengendarai dua motor, aku bareng yohan dan motor satunya lagi dikendarai oleh Fadil. Tujuan berikutnya adalah Bengkel Music Studio, tempat kami pertama kali latihan band dan diketawai sama anak2 SMP melihat cara main drumku yang pada saat itu emang ga tau sama sekali caranya main drum, maklumlah belum pernah sentuh benda yang namanya drum biar sekali.

Karena masih ada yang pake studionya, kami lalu booking tempat dan pergi ke warnet buat ngetik dan print teks lagu yang akan dimainkan nanti dan kembali lagi nunggu giliran ngeband. Dan setelah sejam nunggu, kamipun masuk studio. Dengan stik drum baru hadiah ulang tahun dari Sudi, kamipun lalu mulai bermain. Seperti biasa, kami bawakan dulu lagu kebangsaan kami “Always – Blink 182”, lalu coba main Lycanthrope – +44, lagunya Paparoach, Peterpan, dan lagu band kami “Sang Bidadari”. Saking senengnya maen drum dan mungkin lagu yang dibawakan lagu keras, jari manisku sampai blas dan stik drumku sampai patah ujungnya ! ini kejadian yang kedua kalinya setelah mendapatkan hadiah ulang tahun berupa stik drum tahun lalu dari Ihya dan Yohan. Keduanya stik yang kudapat dari hadiah ulang tahunku dan semuanya patah pada pemakaian pertama… Yang salah stiknya atau cara main drumku yang aneh ya??? Tapi kalo cara maen drumku aneh, kenapa stik drum pertamaku masih awet sampai sekarang ayo ???